Beranda | Artikel
Karakteristik Muslim Ideal: Antara Ibadah, Akhlak, dan Hati
1 hari lalu

Karakteristik Muslim Ideal: Antara Ibadah, Akhlak, dan Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 12 Rajab 1447 H / 1 Januari 2026 M.

Kajian Islam Tentang Karakteristik Muslim Ideal: Antara Ibadah, Akhlak, dan Hati

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ، وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ، وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا، وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Hindarilah hal-hal yang diharamkan Allah, niscaya engkau menjadi orang yang paling ahli ibadah. Ridhalah dengan apa yang Allah gariskan untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya. Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi orang mukmin. Cintailah manusia sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, niscaya engkau menjadi Muslim sejati. Dan janganlah banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Sifat mukmin yang ideal memiliki pondasi yang kuat, dimulai dengan ikrar dua kalimat syahadat. Namun, iman tidak hanya berhenti pada keyakinan di dalam hati. Seseorang yang mengaku beriman memiliki konsekuensi untuk melaksanakan semua perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi semua larangan-Nya.

Meskipun ketakwaan tempatnya di dalam hati, cerminannya akan terlihat jelas pada tutur kata dan sikap. Para ulama Ahlus Sunnah meyakini bahwa amal perbuatan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan. Hal ini ditegaskan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yang menguraikan bab-bab keimanan dengan menonjolkan amalan fisik, ekspresi, rukun Islam, hingga akhlak dalam berinteraksi. Muslim yang ideal tampil secara totalitas; iman dalam hatinya didukung dengan bukti nyata melalui perbuatan.

Menghindari Larangan dan Menjaga Lisan

Para ulama menjelaskan bahwa menjauhi larangan harus dilakukan beriringan dengan melaksanakan perintah. Seseorang tidak dibenarkan hanya berdiam diri atau terus-menerus tidur dengan alasan agar tidak melakukan maksiat. Justru, seorang Muslim harus menyibukkan diri dengan ketaatan.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah memberikan nasihat mendalam mengenai pentingnya menjaga anggota badan yang tidak bertulang ini. Jika lisan tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atau berucap yang baik, maka lisan tersebut akan menyeret pemiliknya pada hal-hal yang merugikan, seperti ghibah, berkata kotor, atau bicara tanpa manfaat. Orang yang paling ahli ibadah adalah mereka yang mampu meninggalkan larangan sambil memenuhi waktunya dengan perintah syariat. Kekosongan waktu dan pengangguran sering kali menjadi pintu masuk bagi ujian kemaksiatan. Sebaliknya, kesibukan dalam amal shalih akan menjaga seseorang dari tindakan yang sia-sia apalagi maksiat.

Syariat agama Islam dibangun di atas dua tuntunan utama, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Dalam hal ini, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. Pelaksanaan perintah dilakukan sesuai dengan batas kemampuan seorang hamba, namun dalam hal menjauhi larangan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak memberikan pilihan selain meninggalkannya secara mutlak.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Jika aku melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah. Dan jika aku memerintahkan kalian dengan suatu urusan, maka kerjakanlah semampu kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa meninggalkan larangan tidak membutuhkan modal tertentu. Seseorang yang tidak meminum khamar atau tidak mencuri justru menghemat biaya dan tenaga. Meskipun demikian, meninggalkan kemaksiatan sering kali terasa lebih berat daripada melaksanakan ketaatan. Orang yang fasik sekalipun mungkin masih bisa bersedekah atau shalat, tetapi hanya orang yang memiliki tekad kuat dan kegigihan yang mampu benar-benar meninggalkan kemaksiatan.

Kekayaan Sejati adalah Qana’ah

Seorang mukmin yang sukses adalah mereka yang memiliki sifat qana’ah, yaitu ridha terhadap segala ketetapan dan rezeki yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan. Hal ini bukan berarti meniadakan usaha. Seorang kepala rumah tangga tetap berkewajiban mencari nafkah, namun setelah berikhtiar, ia harus ridha terhadap hasilnya.

Sifat ridha ini akan membawa ketenangan hidup. Orang yang qana’ah tidak akan tamak terhadap apa yang dimiliki orang lain. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Bisa jadi kekayaan yang berlebih justru membuat seseorang lalai dalam beribadah atau kufur nikmat. Salah satu cara agar seseorang mudah bersyukur adalah dengan melihat orang yang kondisinya berada di bawahnya.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan resep bersyukur:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian lengkapnya.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Karakteristik Muslim Ideal: Antara Ibadah, Akhlak, dan Hati” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/55947-karakteristik-muslim-ideal-antara-ibadah-akhlak-dan-hati/